Mataku nanar mengejar gelombang
Terdampar diperut penguasa sendang
Nyanyian ceria air bersama gurauan semak
Menggiring syarafku menyukai gerak
Dengan nada yang kupilih tetaplah bersamaku
Jangan pernah takut dengan hujan yang akan memandikanmu
Guntur itu hanya menyapamu kasihku
Bentangkan senyummu dan berdansalah denganku
Bila senja menyiramimu dengan pelangi
Ambil jariku dan ajaklah aku untuk menari
Siulkan tembang tentang lagu cinta sang bidadari
Bila gelap telah menyapamu
Janganlah kau teteskan airmatamu
Aku akan berbaring di atas perahuku
Karena aku dan bintang akan selalu setia untuk menjagamu
Bila surya datang lagi membangunkanmu
Akan aku nyanyikan lagu riang untuk menyambutmu
Engkau akan selalu jadi kekasihku
Menetap dan berteman dengan hatiku
Menari dan bernyanyi dengan ragaku
Engkau akan selalu jadi kekasihku
Terdampar diperut penguasa sendang
Nyanyian ceria air bersama gurauan semak
Menggiring syarafku menyukai gerak
Dengan nada yang kupilih tetaplah bersamaku
Jangan pernah takut dengan hujan yang akan memandikanmu
Guntur itu hanya menyapamu kasihku
Bentangkan senyummu dan berdansalah denganku
Bila senja menyiramimu dengan pelangi
Ambil jariku dan ajaklah aku untuk menari
Siulkan tembang tentang lagu cinta sang bidadari
Bila gelap telah menyapamu
Janganlah kau teteskan airmatamu
Aku akan berbaring di atas perahuku
Karena aku dan bintang akan selalu setia untuk menjagamu
Bila surya datang lagi membangunkanmu
Akan aku nyanyikan lagu riang untuk menyambutmu
Engkau akan selalu jadi kekasihku
Menetap dan berteman dengan hatiku
Menari dan bernyanyi dengan ragaku
Engkau akan selalu jadi kekasihku

No comments:
Post a Comment